Interaksi Sosial

Interaksi sosial merupakan hubungan-hubungan sosial yang menyangkut hubungan antarindividu, individu (seseorang) dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Tanpa adanya interkasi sosial maka tidak akan mungkin ada kehidupan bersama. Proses sosial adalah suatu interaksi atau hubungan timbal balik atau saling mempengaruhi antar manusia yang berlangsung sepanjang hidupnya didalam amasyarakat.
Menurut Soerjono Soekanto, proses sosial diartikan sebagai cara-cara berhubungan yang dapat dilihat jika individu dan kelompok-kelompok sosial saling bertemu serta menentukan sistem dan bentuk hubungan sosial.
Pengertian Interaksi Sosial

Homans ( dalam Ali, 2004: 87) mendefinisikan interaksi sebagai suatu kejadian ketika suatu aktivitas yang dilakukan oleh seseorang terhadap individu lain diberi ganjaran atau hukuman dengan menggunakan suatu tindakan oleh individu lain yang menjadi pasangannya.
Konsep yang dikemukakan oleh Homans ini mengandung pengertian bahwa interaksi adalah suatu tindakan yang dilakukan oleh seseorang dalam interaksi merupakan suatu stimulus bagi tindakan individu lain yang menjadi pasangannya.
Sedangkan menurut Shaw, interaksi sosial adalah suatu pertukaran antarpribadi yang masing- masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain dalam kehadiran mereka, dan masing- masing perilaku mempengaruhi satu sama lain. Hal senada juga dikemukan oleh Thibaut dan Kelley bahwa interak si sosial sebagai peristiwa saling mempengaruhi satu sama lain ketika dua orang atau lebih hadir bersama, mereka menciptakan suatu hasil satu sam lain atau berkomunikasi satu sama lain. Jadi dalam kasus interaksi, tindakan setiap orang bertujuan untuk mempengaruhi individu lain.
Menurut Bonner ( dalam Ali, 2004) interaksi merupakan suatu hubungan antara dua orang atau lebih individu, dimana kelakuan individu mempengaruhi, mengubah atau mempengaruhi individu lain atau sebaliknya.
Pengertian Interakasi sosial menurut beberapa ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa, interaksi adalah hubungan timbal balik anatara dua orang atau lebih, dan masing-masing orang yang terlibat di dalamnya memainkan peran secara aktif. Dalam interaksi juga lebih dari sekedar terjadi hubungan antara pihak- pihak yang terlibat melainkan terjadi saling mempengaruhi.

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Syarat terjadinya intera ksi sosial terdiri atas kontak sosial dan komunikasi sosial. Kontak sosial tidak hanya dengan bersentuhan fisik. Dengan perkembangan tehnologi manusia dapat berhubungan tanpa bersentuhan, misalnya melalui telepon, telegrap dan lain-lain. Komunikasi dapat diartikan jika seseorang dapat memberi arti pada perilaku orang lain atau perasaan-perasaan yang ingin disampaikan oleh orang tersebut.

Proses-proses Interaksi Sosial 

Pada malam hari ini kita punya akan share tentang materi ips kelas 10 tentang interaksi sosial, dengan artikel yang berjudul proses interaksi sosial. Oke langsung saja, berikut ini penjelasannya :

Proses Interaksi Sosial

1. Interaksi sosial yang bersifat asosiatif

Pengertian dari proses interaksi sosial yang memiliki sifat asosiatif adalah suatu proses interaksi sosial yang lebih mengarah kepada bentuk-bentuk asosiasi (hubungan atau gabungan) atau tidak mengarah pada suatu pertentangan atau konflik. Berikut ini beberapa bentuk interaksi sosial yang termasuk interaksi sosial yang bersifat asosiatif.
a. Kerja sama
Pengertian dari kerja sama adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok yang melakukan sesuatu secara bersama-sama dan dalam rangka untuk meraih/mencapai tujuan yang sebelumnya sudah direncanakan bersama.
Bentuk-bentuk kerja sama antara lain sebagai berikut :
  • Tawar menawar (bargaining) adalah suatu pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang atau jasa antara dua organisasi atau lebih.
  • Kooptasi (cooptation) adalah suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari kegoncangan dalam organisasi.
  • Koalisi (coalitation) adalah kombinasi antara dua organisme atau lebih yang mempunyai tujuan yang sama.
  • Joint venture adalah kerja sama dalam mengusahakan proyek-proyek tertentu.
b. Akomodasi
Pengertian dari akomodasi adalah suatu proses penyesuaian atau pencocokan sosial yang dilakukan oleh seseorang dan kelompok-kelompok manusia dalam interaksi sosial yang bertujuan untuk meredakan suatu konfli atau pertentangan.
Bentuk-bentuk akomodasi sosial adalah sebagai berikut :
  • Koersi, yaitu suatu bentuk akomodasi yang prosesnya disebabkan karena adanya suatu paksaan dari pihak yang lebih kuat.
  • Kompromi, yaitu suatu bentuk akomodasi di mana masing-masing pihak yang mempunyai suatu permasalahan akan mengurangi tuntutannya supaya didapat jalan penyelesaiannya.
  • Arbitrase, yaitu suatu penyelesaian pertentangan yang dilakukan oleh pihak ketiga yang telah dipercayai oleh kedua belah pihak untuk menyelesaikan suatu masalah antara kedua belah pihak.
  • Mediasi, yaitu hampir sama dengan arbitrase akan tetapi pihak ketiga netral, seperti sebagai nasihat.
  • Konsiliasi, yaitu suatu usaha mempertemukan pihak-pihak yang berselisih bagi tercapainya persetujuan bersama.
  • Toleransi, yaitu suatu usaha untuk menghindarkan diri dari perselisihan dengan membiarkan atau menghormati pihak lain yang mempunyai pandangan yang berbeda.
  • Stalemate, yaitu suatu bentuk akomodasi di mana pihak-pihak yang bertentangan mempunyai kekuatan yang seimbang sehingga berhenti pada titik tertentu tanpa bisa maju ataupun mundur.
  • Adjudikasi, yaitu suatu penyelesaian perkara melalui pengadilan.
c. Asimilasi
Pengertian dari asimilasi adalah suatu proses sosial yang ada ketika suatu kelompok masyarakat yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda, kemudian keduanya akan saling bergaul secara dan lama kelamaan akan membuat kebudayaan asli salah satu kelompok tersebut akan berubah sifat dan wujudnya (terpengaruhi oleh kebudayaan kelompok yang kedua) dan akan membentuk kebudayaan baru yang menjadi suatu kebudayaan campuran. Proses campuran asimilasi dapat terjadi apabila :
  • Ada kelompok-kelompok yang berbeda kebudayaannya
  • Saling bergaul langsung dan intensif untuk waktu yang lama
  • Kebudayaan dari kelompok-kelompok tersebut masing-masing berubah dan saling menyesuaikan diri
 d. Akulturasi
Pengertian dari akulturasi adalah suatu proses sosial yang timbul, ketika suatu kelompok masyarakat manusia tertentu dengan suatu kebudayaan tertentu yang kemudian kebudayaan tersebut akan berhadapan dengan unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing. Lama kelamaan kebudayaan asing tersebut akan diterima oleh masyarakat tertentu tanpa membuat kepribadian dan kebudayaan tersebut hilang.
Proses Interaksi Sosial
Proses Interaksi Sosial

2. Interaksi Sosial yang bersifat Disosiatif

Pengertian dari interaksi sosial yang bersifat disosiatif adalah suatu proses interaksi sosial yang mengarah kepada bentuk-bentuk pertentangan atau konflik.
Berikut ini yang termasuk dalam interaksi sosial disosiatif, yaitu sebagai berikut :
a. Persaingan sosial
Pengertian dari persaingan sosial adalah suatu bentuk perjuangan yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok sosial tertentu, supaya memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, bersaing secara sehat, dan tanpa menyebabkan ancaman atau benturan fisik dari pihak pesaingnya.
b. Kontravensi sosial
Pengertian dari kontravensi sosial adalah suatu bentuk proses sosial yang letaknya di antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud dari kontravensi sosial antara lain adalah sikap yang tidak suka/senang kepada perorangan atau kelompok sosial tertentu ataupun kepada unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik sosial.
c. Konflik sosial
Pengertian dari konflik sosial adalah suatu proses sosial yang dilakukan oleh seseorang atau kelompok masyarakat tertentu, akibat adanya perbedaan pemikiran/paham dan kepentingan yang sangat mendasar, sehingga menimbulkan adanya semacam jarak atau jurang pemisah yang menyebabkan keduanya terjadi konflik atau pertentangan.

Pada kesempatan ini kita punya akan share artikel yang berjudul Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial, setelah pada kesempatan yang lalu share mengenai pengertian dan bentuk-bentuk interasksi sosial. Dan berikut ini merupakan penjelasan dari kita punya :


Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Menurut Prof. Dr. Soerjono Soekanto dalam Pengantar Sosiologi menyatakan bahwa setidaknya terdapat dua syarat yang memungkinkan terjadinya interaksi sosial, yaitu sebagai berikut :


1. Interaksi sosial terjadi karena adanya kontak sosial

Kata kontak dalam bahasa Inggris berasal dari kata "contact", kemudian dari bahasa Latin adalah "con" atau "cum" yang mempunyai arti bersama-sama dan "tangere" yang mempunyai arti menyentuh. Jadi arti kata kontak adalah bersama-sama menyentuh. Kontak sosial ini tidak selalu berinteraksi secara fisik atau bertemu langsung/bertatap muka, karena orang dapat melakukan kontak sosial untuk melakukan interaksi sosial dengan menggunakan HP untuk sms/telepone, komputer untuk internatan dan lain sebagainya.

Kontak sosial memliki sifat-sifat sebagai berikut :
  • Kontak sosial suatu saat dapat bersifat positif, tetapi bisa juga bersifat negatif, apabila kontak sosial tersebut arahnya pada suatu yang saling menguntungkan atau kerjasama maka kontak sosial tersebut dapat disebut dengan kontak sosial yang bersifat positif, sebalinya apabila kontak sosial tersebut lebih mengarah pada suatu pertentangan atau konflik, maka kontak sosial tersebut dapat disebut dengan kontak sosial yang bersifat negatif. 
  • Sifat dari kontak sosial berikutnya adalah sifat primer dan sekunder. Kontak sosial yang bersifat primer terjadi apabila orang yang melakukan interaksi sosial bertemu secara langsung atau bertatap muka tidak melalui suatu perantara. Misalnya kontak sosial antara anak dengan bapak ketika di rumah, kontak sosial sesama teman di kelas dan lain sebagainya. Sedangkan kontak sosial yang bersifat sekunder terjadi apabila interaksi sosial tersebut berlangsung melalui perantara, seperti melalui telepon dan hp. 

2. Interaksi sosial terjadi karena adanya komunikasi

Pengertian dari komunikasi adalah suatu proses penyampaian informasi dari satu pihak ke pihak yang lain dalam rangka mencapai tujuan bersama. Terdapat lima unsur pokok dalam komunikasi, yaitu sebagai berikut : 
  • Komunikator, unsur yang pertama terjadinya komunikasi adalah adanya komunikator. Pengertian dari komunikator adalah seseorang yang membawa dan menyampaikan suatu pesan/informasi/perasaan/pemikiran kepada orang lain yang kemudian disebut dengan komunikan. 
  • Komunikan, unsur terjadinya komunikasi yang kedua adalah adanya komunikan atau seseorang/beberapa orang yang menerima informasi/pesan,perasaan/pemikiran dari orang lain (komunikator) 
  • Pesan, unsur terjadinya komunikasi yang ketiga adalah adanya pesan yang memunyai pengertian yaitu sesuatu yang disampaikan oleh komunikator dan disampaikan kepada komunikan. 
  • Media, unsur terjadinya komunikasi yang keempat adalah adanya media yaitu alat untuk menyampaikan pesan.
  • Efek atau feed back, yaitu tanggapan atau perubahan yang diharapkan terjadi pada seseorang yang menerima informasi atau komunikan setelah menerima pesan dari komunikator.
Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial
Syarat-syarat Terjadinya Interaksi Sosial

Dalam komunikasi terdapat tiga tahapan penting yang harus dilakukan, yaitu sebagai berikut :  
a. Encoding
Tahap pertama dalam komunikasi adalah encoding. Pada tahap ini gagasan yang akan disampaikan/dikomunikasikan kepada komunikan akan diwujudkan dalam kalimat atau gambar. Dalam tahap ini komunikator harus memilih kata atau istilah, kalimat dan gambar yang sekiranya mudah untuk diterima/dipahami oleh komunikan. Komunikator seyogyanya harus menghindari penggunaan kode-kode atau istilah-istilah yang membingungkan komunikan, ini bertujuan agar terjalin komunikasi yang baik dan nyambung.

b. Penyampaian

Tahapan penting yang kedua dalam komunikasi adalah penyampaian. Pada tahap ini istilah atau gagasan yang telah diwujudkan dalam bentuk kalimat dan gambar sudah mulai disampaikan kepada komunikan. Penyampaian yang dilakukan oleh komunikator dapat berupa lisan dan dapat juga berupa tulisan atau gabungan dari keduanya.

c. Decoding

Tahapan penting yang ketiga dalam komunikasi adalah decoding. Pada tahap yang ketiga ini dilakukan oleh komunikan atau orang yang menerima pesan untuk mencerna dan memahami kalimat serta gambar (informasi) yang diterima dari komunikator berdasarkan pengalaman pribadi.

Pengertian atau Definisi Interaksi Sosial

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata interaksi mempunyai arti sebagai suatu hal yang saling melakukan aksi, berhubungan atau saling mempengaruhi satu sama lain. Dengan demikian pengertian interaksi sosial adalah :
Hubungan timbal balik berupa aksi saling mempengaruhi antara individu dengan individu, antara individu dengan kelompok, dan juga antara kelompok dengan kelompok.
Menurut H. Bonner interaksi sosial adalah suatu hubungan antara dua individu atau lebih, di mana tingkah laku individu yang satu mempengaruhi, mengubah, memperbaiki tingkah individu yang lain ataupun juga sebaliknya. Hampir sama ya, dengan pengertian interaksi sosial secara umum.
Suatu kondisi tertentu di manan berlangsung hubungan atau saling berhubungan antara dua individu atau lebih disebut dengan situasi sosial. Situasi sosial ini dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut :
  1. Togetherness situaion atau situasi kebersamaan, yaitu situasi di mana sejumlah individu berkumpul bersama.
  2. Group situation disebut juga dengan situasi kelompok atau kelompok sosial.

Bentuk-bentuk Interaksi Sosial

Interaksi sosial terdapat beberapa bentuk, dan berikut ini bentuk interaksi sosial dapat dibedakan menjadi berikut ini :
Pengertian dan Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
Pengertian dan Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
1. Interaksi sosial menurut caranya
  • Interaksi langsung terjadi secara fisik.Misalnya bersalaman, berjabat tangan, memeluk, memukul, merangkul, menendang, menggendong, bergandengan tangan dan lain sebagainya.
  • Interaksi tidak langsung terjadi melalui suatu media atau perantara tertentu, misalnya melalui telefon, radio, TV, media sosial seperti facebook, twiiter dan lain sebagainya.
2. Interaksi sosial menurut jenisnya
  • Interaksi sosial antara individu dengan individu, misalnya Si D berbicara dengan Si C, 
  • Interaksi sosial antara iindividu dengan kelompok, misalnya seorang guru yang mengajar di depan murid-muridnya, beberapa santri belajar bersama dengan seorang ustad
  • Interaksi antara kelompok dengan kelompok, misalnya permainan sepak bola antara tim A dan tim B.
3. Interaksi sosial menurut sifatnya
  • Interaksi positif mengara pada suatu kerja sama. Contoh, seorang pedagang melayani pelanggannya dengan baik dan si pelanggan merasa puas dalam transaksi jual beli tersebut.
  • Interaksi negatif mengarah pada suatu pertentangan bahkan berakibat memutuskan interaksi sebagaimanan tampak dalam perang Irael dengan Palestina.
4. Interaksi sosial menurut hubungannya
  • Interaksi primer terjadi apabila orang yang mengadakan hubungan langsung bertemu dan bertatap muka. Misalnya orang-orang tersebut berjabat tangan, berpelukan dan lain sebagainya.
  • Inraksi sekunder memerlukan suatu perantara atau media, baik orang maupun alat. Misalnya dengan berinteraksi melalui sosial media seperti facebook, twitter, dll. Atau bisa juga melalui sms, telephone, email dan lain sebagainya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi interaksi sosial

1. Imitasi
Faktor yang mempengaruhi interaksi sosial yang pertama adalah imitasi, pengertian dari imitasi adalah suatu dorongan untuk meniru, yang mana imitasi ini mempunyai peran yang sangat penting dalam proses interaksi sosial. Imitasi dapat mendorong seseorang untuk mematuhi aturan atau norma-norma yang berlaku, akan tetapi imitasi juga dapat mengakibatkan hal-hal yang negatif, serperti meniru tindakan buruk, meniru merokok dan lain sebagainya. Selain itu juga imitasi dapat melemahkan atau mematikan pengembangan daya kreasi seseorang (karena hanya meniru).
2. Sugesti
Faktor yang mempengaruhi interaksi sosial yang kedua adalah sugesti. Sugesti dapat terjadi ketika seseorang memberikan pandangan atau sikap yang berasal dari dirinya yang kemudian diterima oleh pihak lain. Jadi proses ini hampir sama dengan imitasi, tetapi titik tolaknya berbeda. Beralangsungnya sugesti dapat terjadi karena pihak yang menerima dilanda emosi yang dapat menghambat daya berpikir rasional dan akal sehat. Biasanya sugesti berasal dari orang-orang berikut ini :
  • Orang yang memiliki wibawa, karismatik, dan punya pengaruh terhadap orang lain (yang disugesti), misalnya ustad, orang tua, ulama, pejabat, guru, direktur dll.
  • Orang yang mempunyai kedudukan lebih tinggi dari yang disugesti
  • Kelompok yang lebih banyak (mayoritas) terhadap kelompok yang lebih kecil (minoritas)
  • Reklame atau iklan yang ada pada media massa (contoh, iklan di televisi, media sosisal, iklan di radio, koran, website dan lain sebagainya).
3. Identifikasi
Faktor yang mempengaruhi interaksi sosial yang ke tiga adalah identifikasi. Identifikasi merupakan kecenderungan atau keinginan yang terdapat pada seseorang untuk membuat dirinya menjadi sama (identik atau serupa) dengan orang lain yang disukainya. Identifikasi ini lebih mendalam daripada imitasi, karena kepribadian yang dimiliki oleh orang tersebut dapat tercipta atas dasar proses ini. Berlangsungnya identifikasi dapat mengakibatkan terjadinya suatu pengaruh yang lebih mendalam daripada proses imitasi dan juga proses sugesti. Ada kalanya, proses identifikasi didahului dengan proses imitasi dan juga sugeti.
4. Simpati
Faktor yang mempengaruhi interaksi sosial yang ke empat adalah simpati. Simpati merupakan suatu proses di mana seseorang akan memiliki rasa tertarik atau daya tarik kepada pihak lain. Di dalam proses ini perasaan seseorang memegang peranan yang sangat penting. Dorongan utamanya, yaitu keinginan untuk memahami pihak lain dan untuk bekerja sama dengannya. 
Inilah perbedannya dengan identifikasi yang didorong oleh keinginan untuk belajar dari pihak lain yang dianggap pribadinya lebih tinggi dan latak untuk dihormati, karena mempunyai kelebihan atau kemampuan tertentu yang patut dijadikan contoh atau teladan bagi dirinya. Proses simpati akan berkembang di dalam suatu keadaan di mana faktor saling mengerti dapat ditumbuhkan.
5. Empati
Faktor yang mempengaruhi interaksi sosial yang ke lima adalah empati. Perasaan empati kepada seseorang ini hampir mirip dengan perasaan simpati kepada seseorang, akan tetapi perasaan empati tidak hanya sebatas kejiwaan saja seperti pada perasaan simpati. Perasaan empati ini akan mucul bersamaan dengan perasaan organisme tubuh yang sangat dalam. 
Contohnya kalau kita suatu daerah yang terkena bencana gunung meletus, maka perasaan empati akan membuat kita seolah-olah juga ikut sedih dan ikut terkena bencana. Kita tidak hanya merasa sedih/kasihan tetapi kita juga ikut merasakan penderitaannya.
6. Motivasi
Faktor yang mempengaruhi interaksi sosial yang ke enam adalah motivasi. Motivasi dengan sugesti juga hampi sama, sugesti bisa mengarah ke hal yang positif dan negatif (lebih condong ke negatif) sedangkan motivasi lebih mengarah ke hal-hal yang positif. Karena motivasi adalah suatu dorongan, rangsangan ataupun pengaruh yang diberikan oleh seseorang kepada orang lainnya, sehingga orang yang diberi motivasi  tersebut akan termotivasi dan menuruti atau melaksanakan apa yang telah dimotivasikan secara kritis, rasional dan penuh tanggung jawab. 

Macam-macam Interaksi Sosial

Menurut Maryati dan Suryawati pada tahun 2003 interaksi sosial dapat dibagi menjadi 3 jenis, yaitu sebagai berikut :
1. Interaksi sosial antara idividu-individu
Jenis interasksi sosial yang pertama adalah interaksi sosial antara individu yang satu dengan individu yang lain. Sebagaimana jenis interaksi sosial yang lain, interaksi jenis ini juga bisa bersifat positif tetapi juga bisa bersifat negatif. Interaksi sosial antara individu dengan individu yang bersifat positif apabila keduanya saling menguntungkan, atau dengan kata lain lebih dekat dengan kejasama. Sebaliknya, interaksi sosial antara individu dengan individu yang bersifat negatif apabila antara keduanya menghasilkan suatu konflik/pertentangan atau bisa juga merugikan salah satu pihak ataupun kedua-duanya sama-sama rugi.
2. Interaksi sosial antara Individu dan kelompok
Setelah interaksi sosial antara individu dengan individu, lanjut ke jenis interaksi yang kedua yaitu interaksi sosian antara individu dengan kelompok. Sama halnya dengan jenis yang pertama, jenis yang kedua ini juga bisa bersifat positif dan juga bisa bersifat negatif. Bentuk interaksi sosial individu dan kelompok bermacam-macam tergantung dengan situasi dan kondisi yang ada.
3. Interaksi sosial antara kelompok dengan kelompok
Lanjut ke macam interaksi sosial yang ketiga yaitu antara kelompok dengan kelompok. Pada interaksi sosial jenis ini terjadi sebagai satu kesatuan bukan kehendak pribadi. Misal saja kerja sama antara dua tim sepak bola untuk berlatih bersama.
Macam-macam dan Ciri-ciri Interaksi Sosial
Macam-macam dan Ciri-ciri Interaksi Sosial

Ciri-ciri Interaksi Sosial

Setelah mengetahui macam-macam dari interaksi sosial, sekarang saatnya kita membahas tentang ciri-ciri interaksi sosial, dan berikut ini ciri-cirinya :
  • Jumlah pelakunya lebih dari satu orang
  • Terjadinya komunikasi di antara pelaku yang saling berintaraksi yaitu melalui kontak sosial
  • Mempunyai maksud dan tujuan yang jelas
  • Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu

BENTUK DAN PROSES-PROSES INTERAKSI SOSIAL


A. Bentuk-bentuk Interaksi Sosial
1.  Bentuk Interaksi Sosial Berdasarkan Pihak yang Terlibat :
     1)    Interaksi sosial antar individu
            Adalah proses interaksi antara dua individu yang saling mempengaruhi dalam pikiran dan tindakan karena memiliki tujuan yang sama.
     2)    Interaksi sosial  antara individu dengan kelompok
            Adalah hubungan yang saling mempengaruhi antara individu dengan kelompok atau sebaliknya karena memiliki tujuan dan kepentingan bersama.
     3)    Interaksi sosial antar kelompok
            Adalah hubungan yang saling mempengaruhi antara kelompok sosial yang satu dengan kelompok yang lainnya.
2.  Bentuk  Interasi Sosial Berdasarkan Sifatnya :
     1)    Interaski sosial primer
            Adalah interaksi sosial yang berlangsung di linkungan keluarga dan teman sebaya.
     2)    Interaksi sosial sekunder
            Adalah interaksi sosial yang berlangsung di lingkungan masyarakat.

B. Faktor-Faktor Pendorong Terjadinya Interaksi Sosial
1     Faktor pendorong yang berasal dari dalam diri manusia :
       1)    Manusia sebagai makhluk sosial
       2)    Manusia memiliki banyak kelemahan
       3)    Perbedaan dalam diri manusia
       4)    Keinginan untuk bergaul
       5)    Keinginan manusia untuk meneruskan generasi
       6)    Manusia memiliki banyak kebutuhan yang harus dipenuhi
                   Menurut Maslow, kebutuhan manusia terdiri atas :
     a.     Kebutuhan fisik.
     b.     Kebutuhan keamanan dan keselamatan.
     c.     kebutuhan sosial.
     d.    kebutuhan akan penghargaan diri.
     e.     kebutuhan aktualisasi diri.
2.    Faktor pendorong yang berasal dari luar diri manusia :
       1)  Imitasi
            Imitasi adalah suatu tindakan seeseorang untuk meniru segala sesuatu yang ada pada orang lain. Hal ini disebabkan oleh adanya minat dan perhatian terhadap obyek atau subyek lain yang akan ditiru serta adanya sikap menghargai dan mengagumi pihak lain yang dianggap cocok. Imitasi pertama kali akan terjadi dalam sosialisasi keluarga.

       2)  Identifikasi
            Identifikasi erat kaitannya dengan imitasi. Identifikasi merupakan upaya yang dilakukan seseorang untuk menjadi sama (identik) dengan orang yang ditirunya, baik dari segi gaya hidup maupun perilakunya.
            Proses identifikasi tidak hanya terjadi pada peniruan pola perilaku saja, tetapi juga melalui proses kejiwaan yang sangat dalam.
  3)  Simpati
     Simpati merupakan sikap ketertarikan seseorang terhadap orang lain. Sikap ini timbul karena adanya kesesuaian nilai yang dianut oleh kedua belah pihak, seperti pola pikir, kebijakan, atau penampilannya.
4)    Sugesti
       Sugesti adalah rangsangan, pengaruh, atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sedemikian rupa sehingga orang diberi sugesti tersebut menuruti atau melaksanakan apa yang disugestikannya itu tanpa berpikir lagi secara kritis dan rasional.
5)  Motivasi
       Motivasi adalah dorongan, rangsangan, pengaruh atau stimulus yang diberikan seseorang kepada orang lain sedemikian rupa sehingga orang yang diberikan motivasi tersebut menuruti atau melaksanakan apa yang dimotivasikan secara kritis, rasional, dan penuh rasa tanggung jawab.
       Motivasi bersifat positif karena dapat mendorong individu berpikir kritis dan kreatif. sebaliknya sugesti bersifat negatif karena dapat mendorong individu berpikir irasional.
6)  Empati
       Empati hampir mirip dengan sikap simpati. Perbedaannya, sikap empati lebih menjiwai atau lebih terlihat secara emosional.

C.   Proses-Proses Interaksi Sosial
            Menurut pendapat Gillin dan Gillin tentang proses interaksi sosial yang terjadi dalam kehidupan sosial manusia dibedakan dua bentuk :
1.    Proses sosial asosiatif
            Interaksi sosial asosiatif merupakan bentuk interaksi sosial yang menghasilkan kerjasama. Ada beberapa bentuk interaksi sosial asosiatif, antara lain sebagai   berikut :
Proses sosial asosiatif dibedakan tiga :
1)    Kerjasama (Cooperation)
                           Kerjasama merupakan bentuk utama dari proses interaksi sosial karena pada dasarnya interaksi sosial yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang bertujuan untuk memenuhi kepentingan atau kebutuhan bersama.
          Pengertian Kerjasama menurut Roucek dan Warren adalah bekerja bersama-sama untuk mencapai tujuan bersama. Dalam hal ini adanya pembagian tugas yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan bersama.
          Menurut Charles Horton Cooley, kerjasama terjadi apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingan-kepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai kesadaran untuk bekerjasama dalam mencapai kepentingan-kepentingan mereka
Hal-hal yang mendorong terjadinya kerjasama :
a.         Adanya orientasi perorangan terhadap kelompok sendiri.
b.        Adanya ancaman dari luar (musuh bersama) yang mengancam ikatan kesetiaan yang secara tradisional telah tertanam dalam kelompok.
c.         Adanya rintangan dari luar untuk mencapai cita-cita kelompok yang mengakibatkan kekecewaan para anggota.
d.        Kelompok merasa tersinggung atau dirugikan dalam hal sistem kepercayaan.
e.         Mencari keuntungan pribadi.
f.     Menolong orang lain.

Jenis-jenis kerjasama yang terdapat dalam masyarakat :
a.         Tradition Cooperation (kerjasama tradisional)
       Kerjasama yang bersifat tradisi atau kebiasaan.
b.        Spontanneus Cooperation (kerjasama spontan)
       Kerjasama yang terbentuk secara tiba-tiba tanpa adanya perintah atau tekanan dari pihak lain.
c.         Directed Cooperation (kerjasama langsung)
       Kerjasama yang terbentuk karena ada perintah langsung dari atasan.
d.        Contractual Cooperation (kerjasama kontrak)
       Kerjasama yang terjadi berdasarkan suatu kontrak atau perjanjian tertentu.

Dalam pelaksanaannya, kerjasama memiliki 4 bentuk :
a.         Bargaining
       Yaitu suatu perjanjian mengenai tawar menawar atau pertukaran barang dan jasa antar individu atau antar kelompok.
b.    Cooptation
       Yaitu suatu proses penerimaan unsur-unsur baru dalam kepemimpinan atau pelaksanaan politik dalam suatu organisasi sebagai salah satu cara untuk menghindari kekacauan.
c.    Coalition
       Yaitu kombinasi antar dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuantujuan yang sama.
d.    Joint Venture
       Kerjasama dalam pengusahaan proyek-proyek tertentu dengan perjanjian pembagian keuntungan menurut porsi masing-masing yang disepakati.
2)    Akomodasi (Accomodation)
Akomodasi merupakan proses penyesuaian sosial dalam interaksi antar individu dan antar kelompok untuk meredakan pertentangan.
Akomodasi mempunyai dua aspek pengertian :
(1)   Upaya untuk mencapai penyelesaian suatu konflik atau pertikaian. Jadi pengertian ini mengarah kepada prosesnya.
(2)   Keadaan atau kondisi selesainya suatu konflik atau pertikaian tersebut. Jadi mengarah kepada suatu kondisi berakhirnya pertikaian.
       Akomodasi didahului oleh adanya dua kelompok atau lebih yang saling bertikai. Masing-masing kelompok dengan kemauannya sendiri berusaha untuk berakomodasi menghilangkan gap atau barier yang menjadi pangkal pertentangan sehingga konfliknya mereda. Sebagai hasil akhir dari akomodasi ini, idealnya akan menjadi asimilasi diantara kelompok-kelompok yang bertikai tadi.

Tujuan-tujuan melakukan akomodasi adalah :
a.    Mengurangi terjadinya peselisihan kelompok-kelompok yang berselisih
b.    Mencegah sementara meluasnya atau meledaknya perselisihan.
c.    Memungkinkan terwujudnya kerjasama antara kelompok-kelompok yang terpisah.
d.  Usaha peleburan bagi kelompok-kelompok yang terpisah.

3)    Asimilasi (Assimilation)
Asimilasi merupakan proses ke arah peleburan kebudayaan, sehingga masing-masing pihak merasakan adanya kebudayaan tunggal sebagai milik bersama. Asimilasi akan terjadi apabila :
a)    ada perbedaan kebudayaan antara kedua belah pihak.
b)  ada interaksi intensif antara kedua belah pihak.
c)  ada proses saling menyesuaikan.

Beberapa faktor yang dapat mempermudah terjadinya asimilasi adalah sebagai   berikut :
1)    Sikap dan kesediaan saling bertoleransi.
2)    Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya.
3)    Adanya kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang.
4)    Keterbukaan golongan penguasa.
5)    Adanya kesamaan dalam berbagai unsur budaya.
6)    Perkawinan campuran.
7)  Adanya musuh bersama dari luar.

     Beberapa faktor yang menghambat asimilasi, antara lain :
     1)       Adanya isolasi kebudayaan dari salah satu kebudayaan kelompok.
2)  Minimnya pengetahuan dari salah satu kebudayaan kelompok atas kebudayaan kelompok lain.
     3)       Ketakutan atas kekuatan kebudayaan kelompok lain.
     4)       Perasaan superioritas atas kebudayaan kelompok tertentu.
     5)       Adanya perbedaan ciri-ciri badaniah.
     6)       Adanya perasaan in-group yang kuat.
     7)       Adanya diskriminasi.
     8)       Adanya perbedaan kepentingan antar kelompok.
4)  Akulturasi (Acculturation)
Akulturasi atau culture contact (kontak kebudayaan) merupakan proses sosial yang timbul akibat suatu kebudayaan menerima unsur-unsur dari suatu kebudayaan asing tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian kebudayaan sendiri.

2.  Interaksi Sosial Disosiatif
            Interaksi sosial disosiatif merupakan bentuk interaksi yang menghasilkan sebuah perpecahan.
Ada beberapa bentuk interaksi sosial disosiatif, antara lain sebagai  berikut :
1)    Persaingan adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif, tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik.
Konsepsi tersebut merupakan definisi persaingan dalam arti persaingan yang “sehat”, dengan pola main yang wajar. Dalam kenyataan masyarakat, terutama dalam bidang bisnis dan politik, sering kita temukan pola persaingan bebas yang “tidak sehat” dengan menghalalkan segala cara demi tercapainya kemenangan.
2)    Kontravensi
Kontravensi adalah bentuk proses sosial yang berada diantara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang, baik secara tersembunyi maupun secara terang-terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok maupun terhadap unsur-unsur kebudayaan golongan tertentu. Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian, tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik.
            Adapun bentuk-bentuk konflik atau pertentangan, antara lain :
a)  Konflik pribadi, yaitu konflik antar individu ditandai dengan rasa saling benci terhadap pihak lawan.
b)  Konflik rasial, yaitu konflik yang terjadi karena adanya perbedaan ciri-ciri fisik kebudayaan. Misalnya, pertentangan antara ras kulit putih dan ras kulit hitam (negro).
c)  Konflik antar kelas sosial, yaitu konflik yang terjadi karena adanya perbedaan kepentingan antar kelas sosial. Misalnya, konflik antara majikan dan buruh.
d) Konflik internasional, pertentangan yang terjadi akibat perbedaan kepentingan antar negara yang akhirnya menyangkut kedaulatan negara.
            Akibat yang timbul dari suatu pertentangan (konflik), antara lain :
a)  Bertambahnya solidaritas kelompok
b)  Berubahnya sikap atau kepribadian, baik yang mengarah kepada hal-hal yang bersifat positif maupun negatif
c)  Terjadinya perubahan sosial yang mengancam keutuhan kelompok
d) Jatuhnya korban manusia, rusak dan hilangnya harta benda jika terjadi benturan fisik
e)  Terjadinya negosiasi diantara pihak-pihak yang bertikai.
f)  Timbulnya dominasi oleh alah satu pihak terhadap pihak lain.

            Upaya yang dilakukan untuk menanggulangi konflik, antara lain sebagai berikut :
a)  Kompromi, yaitu kedua belah pihak yang bertikai saling mengalah. Mereka saling memberi dan menerima kebijakan tertentu tanpa adanya paksaan. 
b)  Toleransi, yaitu sikap saling menghargai dan menghormati pendirian masing-masing pihak.
c)  Konversi, salah satu pihak bersedia mengalah dan mau menerima pendirian pihak lain.
d) Coersion, yaitu penyelesaian konflik melalui suatu proses yang dipaksakan.
e)  Mediasi, yaitu penyelesaian suatu konflik dengan mengundang pihak ketiga yang netral dan berfungsi sebagai penasihat.
f)  Arbitrase, yaitu penyelesaian konflik melalui pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak yang bertikai.
g)  Konsiliasi, yaitu usaha untuk mempertemukan pihak-pihak yang bertikai dalam suatu perundingan agar diperoleh persetujuan bersama.
h)  Ajudikasi, yaitu penyelesaian suatu konflik di pengadilan.
i)   Segregasi, yaitu upaya untuk saling memisahkan diri dan saling menghindar diantara pihak-pihak yang bertikai dalam rangka mengurangi ketegangan dan menghilangkan konflik.
j)   Genjatan senjata, yaitu penanggulangan konflik untuk jangka waktu tertentu sambil mengupayakan terselenggarakannya upaya-upaya penyelesaian konflik.

D. Rangkuman
     1.  Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat dibagi dua :
          1)    Menurut pihak yang terlibat :
                 (1)   Interaksi sosial antar individu.
                 (2)   Interaksi sosial antar individu dengan kelompok.
                 (3)   Interaksi sosial antar kelompok.
          2)    Menurut sifatnya :
                 (1)   Interaksi sosial primer.
                 (2)   Interaksi sosial sekunder.
     2.  Faktor-faktor pendorong terjadinya interaksi sosial ada dua :
          1)    Faktor yang berasal dari dalam diri manusia.
          2)    Faktor yang berasal dari luar diri manusia terdiri dari :
                 (1)   Imitasi.
                 (2)   Identifikasi.
                 (3)   Simpati.
                 (4)   Empati.
                 (5)   Motivasi.
                 (6)   Sugesti.
       3.    Menurut Gillin dan Gillin bahwa proses interaksi sosial manusia dibedakan dua :
              (1)   Proses sosial asosiatif yaitu proses interaksi sosial yang menghasilkan kerjasama, terdiri dari :
a.  Kerjasama (Cooperation).
b.  Akomodasi (Accomodation).
c.  Asimilasi (Asimilation).
d.  Akulturasi (Acculturation).
(2)   Proses sosial disosiatif yaitu proses interaksi sosial yang menimbulkan suatu perpecahan, yang terdiri dari :
a.  Persaingan.
b.  Kontraversi
 

Comments

Popular posts from this blog

Sejarah Catur Xiang qi dan Cara Bermain Catur Xiang qi

Mantra-Mantra Buddhis

Ciri-Ciri Cowok Jatuh Cinta Kepada Cewek