Kerajaan Kalinggan berdiri sekitar aban 6 Masehi di jawa
Tengah. Kerajaan ini dipimpin oleh seorang ratu bernama Ratu Shima.
Peninggalan-peninggalan Kerajaan Kalingga, antara lain Prasastin Tuk
Mas yang ditemukan di desa Dakawu di Lereng Gunung Merbabu, Jawa Tengah.
2. Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya berdiri pada abad ke-7 dengan raja pertaman
Sri Jayanegara dan berpusat di Palembang, Sumatera Selatan ( Muara
Sungai Musi). Sriwijaya mengalami zaman kekemasan pada saat diperintah
oleh Raja Balaputradewa, putra dari Samaratungga dari Jawa pada abad
ke-9. Wilayah Sriwijaya meliputi hampir seluruh Sumatera, Jawa Barat,
Kalimantan Barat, dan Semenanjung Melayu. Oleh karena itu, Sriwijaya
disebut juga Kerajaan Nusantara pertama.
Peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya sebagai berikut:
a. Candi
Candi Muara Takus
Candi Muara Takus
Biara Bakal
b. Prasasti
Prasati Kedukan Bukit ( 605 M)
Prasati talang Tuo ( 648 M)
Prasati Telaga Batu
Prasasti Kota Kapur ( 686 M)
Prasasti Karang Berahi ( 686)
3. Kerajaan Mataram Budha
Kerajaan Mataram Budha pada walanya merupakan kerajaan
Hindu. Namus sejak Dinasti Syailendra memerintah, Mataram berubah
menjadi kerajaan Budha. Peninggalan kerajaan Mataram Budha antara lain
sebagai berikut:
a. Candi
Candi Borobudur di Jawa tengah, didirikan tahun 770 M oleh Raja Samaratungga
Candi Kalasan di Jawa Tengah , merupakan candi Budha tertua di Pulau Jawa yang didirikan tahun 778 M
Candi Mendut di Jawa Tengah
Candi Sewu di Jawa Tengah
Candi Plaosan di Jawa Tengah
b. Prasasti
Prasasti Sojomerto, isinya menyebutkan seseorang bernama Syailendra, yang beragama Budha.
Prasasti Sangkhara, isinya menerangkan Raja Hakai Panangkaran yang berpindah agama dari Hindu ke Buddha.
Prasasti Kalasan ( 778 M), isinya seoarang raja dari Dinasti Sanjaya
berhasil membujuk Raja Rakai Panaangkaran dari Dinasti Sanjaya yang
beragama Hindu untuk membangun sebuah bangunan suci bagi Dewi Tara dan
sebuah wihara untuk para biksu di Kalasan.
Prasasti Kluraj (782 M), isinya tentang pembuatan arca Manjusri
sebagai wujud dari Buddha, Wisnu, dan Sanggha yang disamakan dengan
Trimurti yaitu, Brahmana, Wisnu dan Siwa.
Prasasti Ratu Boko ( 856 M), isinya kekalahan Balaputradewa dalam perang dengan kakak iparnya, Rakai Pikatan.
Kerajaan Kutai
Kerajaan pertama yang kita bahas adalah kerajaan Kutai. Kerajaan
Kutai merupakan kerajaan Hindu di Indonesia yang berada di lembah Sungai
Mahakam tepatnya Kalimantan Barat dan didirikan pada abad 5 Masehi.
Sumber sejarah dari Kerajaan Kutai sendiri dapat diketahui setelah
ditemukannya sebuah prasasti di suatu daerah Kutai, makanya orang-orang
menyebutnya kerajaan Kutai berdasarkan daerah tersebut.
Nama prasasti tersebut adalah yupa, berjumlah 7 dan merupakan sumber
sejarah yang sangat penting karena memuat sejarah kerajaan Kutai
khususnya nama-nama raja dan silsilahnya.
Prasasti tersebut tertulis dengan menggunakan bahasa sanskerta dan beraksara pallawa.
Kerajaan Tarumanegara
Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan bercorak Hindu yang ada sejak
abad 5 Masehi yang berada di daerah Jawa Barat. Pada saat itu wilayah
kekuasaannya sudah membentang Jawa Barat dari Cirebon hingga Jakarta.
Rajanya sekaligus pendiri kerajaan Tarumanegara bernama Purnawarman.
Purnawarman sendiri digambarkan dalam beberapa sumber sejarah adalah
seorang raja yang baik hati dan merakyat. Dia selalu perhatian terhadap
kemakmuran rakyatnya dan sering memberikan hadiah berupa lembu
Kemudian kerajaan tersebut runtuh di Abad ke 7 setelah diserang
kerajaan Sriwijaya. Adapun beberapa peninggalan dari kerajaan
Tarumanegara ialah:
Prasasti Ciaruteun (Ciampea, Bogor)
Prasasti Pasir Kaleangkak
Prasasti Pasir awi
Prasasti kebon Kopi
Prasasti Cidangiang lebak
Prasasti tugu
Prasasti Muara Ciantern
Kerajaan Holing / Kalingga
Kerajaan Holing atau kaling adalah kerajaan bercorak Budha yang
berdiri pada abad Masehi tepatnya di daerah Jepara Jawa Tengah. Kerajaan
ini didirikan dan diperintah oleh Ratu Sima, seorang raja wanita yang
adil dan menjunjung tinggi nilai kejujuran.Berdasarkan literatur dan sumber sejarah dikatakan bahwa kerajaan ini
sangat kaya sekali, diantara beberapa produksinya yang paling berlimpah
adalah emas, perak, cula, gading, penyu dan rakyatnya rata-rata pandai
membuat minuman dari kelapa.
kerajaan Kanjuruhan
Kerajaan Kanjuruhan adalah kerajaan yang bercorak Hindu yang berdiri
sejak abad ke 7 Masehi atau sekitar tahun 760 Masehi. Kerajaan ini
terletak di desa Dinoyo, Malang Jawa Timur dan merupakan kerajaan yang
tertua. Raja pertama sekaligus pendiri kerajaan ini adalah Raja Gajayana
berdasarkan isi prasasti tersebut.
Beberapa benda peninggalan dari kerajaan Kanjuruhan adalah prasasti
dinoyo yang ditulis dengan menggunakan bahasa sanskerta dan memakai
aksara Jawa kuno. Benda peninggalan lainnya adalah candi Badut.
Kerajaan Melayu
Inilah kerajaan paling tua di Indonesia khususnya di daerah Sumatera.
Sebelumnya pernah dikuasai oleh kerajaan Sriwijaya kemudian merdeka
lagi.
Beberapa literatur tentang keberadaan adanya kerajaan Melayu adalah
tercantum di kitab Negarakertagama dan Paraton yang isinya tentang
jalinan persahabatan antara kerajaan Singasari dan kerajaan Melayu.
Beberapa raja yang pernah memimpin kerajaan Melayu adalah
Raja Adityawarman yang merupakan keturunan kerajaan Majapahit. Wilayah
kekuasaannya meliputi Pagarruyung, Sumatra Barat, dan Minangkabau.
Beberapa peninggalan dari kerajaan Melayu adalah candi Muara Takus.
Dilihat dari coraknya candi tersebut dijelaskan bahwasanya kerajaan
Melayu menganut agama Budha.
Kerajaan Tulangbawang
Sebenarnya tentang keberadaan kerajaan ini simpang siur dan tidak ada
keterangan dan bukti pasti dari beberapa literatur. Tetapi berdasarkan
sumber dari China yaitu I-tsing menyebutkan bahwa adanya tentang
keberadaan kerajaan ini di abad 7 Masehi. Kerajaan ini terletak di
Lampung berdasarkan tulisan dari Prasasti Palas Pasemah.
Kerajaan Sriwijaya
Salah satu kerajaan terbesar di Indonesia ini merupakan kerajaan yang
bercorak Budha yang ada sejak abad 7 masehi dan berada di Sumatera.
Kerajaan ini begitu besar karena wilayahnya hampir seluruh wilayah
Nusantara dan beberapa negara sekitar.
Beberapa wilayah taklukannya ialah tepian Sungai Musi di Sumatra Selatan sampai ke Selat Malaka (merupakan jalur
perdagangan India – Cina pada saat itu), Selat Sunda, Selat Bangka, Jambi, dan
Semenanjung Malaka.
Kawasan perdagangannya juga luas dan berhasil menjalin perdagangan
dengan beberapa kerajaan seperti dengan Benggala dan Colamandala,
kerajaan dari India.
Beberapa barang yang di ekspor adalah Gading, kulit, dan jenis
binatang sedangkan untuk impornya adalah kain sutra, permadani,
porselin.
Berikut beberapa nama raja yang pernah memerintah kerajaan Sriwijaya
Dapunta Hyang (Pendiri kerajaan)
Balaputradewa
Sanggrama Wijayatunggawarman
Raja yang terkenal dari kerajaan Sriwijaya adalah Raja Balaputra yang mengantarkan pada masa kejayaannya.
Beberapa benda peninggalan dari kerajaan Sriwijaya yaitu:
Prasasti Kedukan Bukit
Prasasti Talang Tuo
Prasasti karang Berahi
Prasasti Telaga Batu
Prasasti Ligor
Kesemua prasasti tersebut menggunakan bahasa Melayu Kuno dan aksara Palawa.
Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan mataram Kuno atau kerajaan Medang adalah kerajaan bercorak
budha yang berdiri pada abad 8 Masehi berlokasi di Jawa Tengah. Selama
berdirinya kerajaan ini ada beberapa dinasti yang pernah berkuasa yaitu
Dinasti Sanjaya, Dinasti Syailendra, dan Dinasti Isana.
Kerajaan ini sebenarnya terbagi menjadi 2 yaitu di Jawa Tengah dan
Jawa Timur. Kerajaan ini berdiri di Jawa Timur setelah Mpu Sendok
memindahkan ibukota yang semula berada di Jawa Tengah ke Jawa Timur.
Baru kemudian muncullah dinasti baru yang bernama dinasti Isana.
Negara Mataram kuno sendiri adalah kerajaan yang tertutup baik secara
politik maupun ekonomi sehingga sulit untuk berkembang. Namun ada masa
kejayaannya pada kerajaan ini diantaranya adalah masyarakat pedesaan
dibebaskan dari pajak, dan hubungan lalu lintas sungai lancar.
Adapun benda peninggalan kerajaan mataram kuno diantaranya ialah:
Candi Sewu
Candi Borobudur
Candi Arjuna
Candi Bima
Untuk lebih lengkapnya silahkan klik link di atas.
Kerajaan Kediri
Kerajaan Kediri adalah kerajaan yang bercorak Budha yang merupakan
pecahan dari kerajaan Airlangga dan terletak di kota Daha (Kediri) Jawa
Timur. Kerajaan ini berdiri pada tahun 1042 Masehi.
Berdasarkan prasasti Mahasubya, kitab Negarakertagama dan kitab Calon
arang disebutkan bahwa terjadinya peperangan saudara setelah raja utama
yaitu Airlangga meninggal.
Kedua putranya tersebut yaitu raja Mapanji Garasakan dan Janggala
masing-masing mendapatkan wilayah. Raja Mapanji Garasakanlah yang
akhirnya mendirikan kerajaan Kediri. Kediri sendiri berasal dari bahasa
Sanskerta Khadri yang berarti pohon mengkudu.
Raja yang pernah memerintah kerajaan Kediri:
Raja jayabaya
Raja Sarweswara
Raja Kameswara
Raja Kertajaya
Kebanyakan peninggalan dari kerajaan Kediri adalah berupa seni sastra. Berikut beberapa peninggalan kerajaan Kediri diantaranya:
Kakawin Bhratayuddha ditulis oleh Mpu Sedah
Kakawin Harinwangsa ditulis oleh Mpu Panuluh
Ghatotkachasraya ditulis oleh Mpu Panuluh
Kakawin Smaradahana ditulis oleh Mpu Dharmajaya
Sumansantaka ditulis oleh Mpu Monaguna
Kresnayana ditulis oleh Mpu Triguna
Arca Buddha Vajrasattva
Kerajaan Majapahit
Kerajaan Majapahit adalah kerajaan terbesar di Indonesia yang
berpusat di daerah jawa Timur. Kerajaan ini berdiri pada tahun 1293
Masehi dan runtuh pada tahun 1500 Masehi. Wilayahnya yang dikuasai
sangat luar biasa luasnya karena wilayah Indonesia sekarang masih kalah
dengan luas wilayah kerajaan Majapahit.
Beberapa wilayah yang pernah ditaklukkannya diantaranya terbentang di
Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia timur.
Kerajaan Majapahit sendiri menganut agama Hindu dan Budha .
Berikut beberapa raja yang pernah berkuasa selama berdirinya kerajaan Majapahit.
Raden Wijaya
Kalagamet
Sri Gitarja
Hayam Wuruk
Wikramawardhana
Suhita
KertaWijaya
Rajasawardhana
Purwawisesa
Bhre Pandansalas
Bhre Kertabumi
Girindrawardhana
Patih UdaraBeberapa peninggalan dari kerajaan Majapahit diantaranya
Candi Sukuh
Candi Cetho
Candi Pari
Candi Jabung
Gapura Wringin Lawang
Gapura Bajang Batu
Gapura Brahu
Candi Tikus
Candi Surawarna
Kolam Segaran
Situs Lantai Segi enam
Reco Lanang
Api Abadi Bekucuk
Prasasti Gunung Butak
Prasasti Gajah Mada
Dan masih banyak lagi beberapa benda peninggalan kerajaan Majapahit.
Kerajaan Bali
Kerajaan Bali adalah kerajaan bercorak Hindu yang berada di Pulau
Bali dan sudah berdiri sejak tahun 914 Masehi. Ada beberapa dinasti yang
pernah memerintah selama berdirinya kerajaan tersebut.
Berikut beberapa raja yang pernah memerintah kerajaan bali
Sri Kesari Warmadewi
Ratu Sri Ugrasena
Tabanendra Warmadewa
Jayasingha Warmadewa
Jayashadu Warmaewa
Sri Wijaya Mahadewi
Dharma Udayana Warmadewa
Maraka
Anak Wungsu
Jaya sakti
Bedahulu
Beberapa peninggalan kerajaan bali diantaranya
Prasasti Blanjong
Prasasti Gunung Panulisan
Prasasti Panglapuan
Candi Padas di Gunung Kawi
Pura Agung Besakih
Candi Mengening
Candi Wasan
Prasasti-prasasti peninggalan Anak Wungsu.
Kerajaan Sunda Atau Pasundan
Merupakan kerajaan yang ada dipulau Jawa Barat khususnya Banten dan
Jawa Tengah. Berdiri pada abad ke 9 Masehi dan merupakan kerajaan yang
bercorak Hindu dan Budha.
Beberapa raja yang pernah berkuasa
Maharaja Sri Jayabupati Jayamanahen Wisnumurti Samarawijaya Sakalabuwanamandaleswaranindita Haro Gowardhana Wikramottunggadewa
Tarusbawa
Harisdarma,
Tamperan Barmawijaya
Rakeyan Banga
Rakeyan Medang Prabu Hulukujang
Prabu Gilingwesi
Pucukbumi Darmeswara
Rakeyan Wuwus Prabu Gajah Kulon
Prabu Darmaraksa
Windusakti Prabu Déwageng
Rakeyan Kamuning Gading Prabu Pucukwesi
Rakeyan Jayagiri
Atmayadarma Hariwangsa
Limbur Kancana
Munding Ganawirya
Dan masih banyak lagi raja yang belum disebutkan karena memang kerajaan ini berkuasa dalam jangka waktu yang lama.
Beberapa peninggalan kerajaan sunda:
Kerajaan Singasari merupakan kerajaan yang bercorak Hindu dan
terletak di daerah Jawa Timur, tepatnya adalah Malang. Kerajaan ini
didirikan oleh raja yang terkenal bernama Ken Arok di abad ke 10 atau
sekitar tahun 1222 Masehi.
Beberapa raja yang pernah berkuasa diantaranya adalah:
Ken Arok
Anusapati
Tohjaya
Ranggawuni Wisnuwardhana
Kertanegara
Beberapa peninggalan kerajaan Singasari
Candi Singasari
Candi jago
Candi Sumberawan
Arca Dwarapala
Prasasti Singasari
Candi Jawi
Prasasti Wurare
Candi Kidal
Demikianlah kerajaan hindu budha di Indonesia Beserta Peninggalan , nama raja, Gambar. Semoga bermanfaat terima kasih.
Xiangqi (bahasa Tionghoa: 象棋; Hanyu Pinyin: xiàngqí; Wade-Giles: hsiang-ch'i; ( Dengarkan ) ) merupakan permainan dari Cina yang dimainkan oleh dua orang dan termasuk dalam permainan papan berstrategi sekelompok dengan catur, shogi dari jepang, dan janggi dari korea. Arti kata xiangqi secara harfiah berarti adalah "catur gajah". Nama ini berasal dari salah satu buah catur yang dimainkan di atas permainan, yaitu buah xiang (gajah) . Permainan Permainan ini menggunakan biji-biji pipih melingkar dengan karakter tionghoa tertulis di atasnya. Terdapat buah jiang (raja), shi (menteri), xiang (gajah), ma (kuda), ci (benteng) pau (meriam), dan zu(bidak/pion hitam) atau bing(bidak/pion merah). Buah raja dan menteri dalam catur Cina hanya bisa dijalankan di titik 3×3, konon sesuai dengan fungsi raja beserta menterinya yang tidak boleh keluar dari lingkungan istana. Buah gajah dijalankan secara diagonal 2 totik dan tidak menyeberang ke daerah lawan. Bidak kuda, ben...
Bacalah Dhari ini:" Namo Buddhaya, Nama Dharmaya, Namo Sanghaya, Namo Arya Avalokitesvara Bodhisattvaya, Mahasattvaya, Maha Karunikaya! Tadyatha: 1. Mantra: CINTAMANI CAKRAVARTIN DHARANI Sang Buddha Bersabda: Umat yang dengan tulus membaca Dharani ini, pasti akan memperoleh segala sesuatu yang menjadi harapannya. Demikian pula saat menjelang ajalnya, beliau akan melihat Buddha Amitabha dan Para Bodhisattva pengiring datang menyambut dirinya. Bacalah Dharani ini: "Namo Samanta Buddhanam, Apratihatasasanam! Tadyatha:Om! Kha-Kha, Kahi-Khahi, Hum! Hum! Jvala-Jvala, Parajvala-Parajvala, Tistha-Tistha, Sittir-Sittir, Sa Phat! Sa Phat! Santika, Sriye! Svaha!" 2. Mantra: JVALA MAHAUGRA DHARANI ( Mantra Menghilangkan Sengsara Mendapat Kebahagiaan ) Sang Buddha bersabda: Dhari ini mampu melenyapkan berbagai malapetaka yang akan menimpa seseorang. Sang Umat dapat membaca Dharani ini sebanyak 108 kalo ataupun lebih dengan penuh khidmat di hadapan altar Sang Buddha baik di...
Comments
Post a Comment